Motor di Dalam KOTA bukan Butuhkan Tenaga, tapi TORSI no 1

 

Torsi membuat kendaraan bergerak, dan tenaga menjadikannya bergulir lebih cepat. Begitulah kira-kira perbedaan torsi dan tenaga. Di kota besar, dengan karakteristik jalanan stop and go, maka yang lebih dibutuhkan adalah torsi, terutama untuk pengguna sepeda motor, agar tetap irit dalam konsumsi bahan bakar.

”Banyak yang tidak mengerti, atau justru bangga dengan sepeda motor tenaga besar. Padahal, di kota besar, yang penting torsi. Memperbesar torsi tak hanya memudahkan pengendara melakukan tarikan awal, tetapi juga lebih irit BBM,” ujar Jari Hermanyanto, Mechanic in Chief DMS Motor di bilangan Jati Asih, Bekasi Selatan, kepada KompasOtomotif, Jumat (11/10/2013).

Beda torsi dan tenaga
Ada perbedaan signifikan dalam pengertian torsi dan tenaga. Cara mudahnya, bayangkan kuda yang berlari kencang tetapi hanya bisa menarik gerobak berisi dua orang. Bandingkan dengan sapi yang tidak mampu lari kencang, tetapi kuat menarik gerobak berisi banyak orang dan mampu mendaki.

”Jadi pengertiannya, tenaga kuda besar tapi tidak punya torsi besar. Sapi memiliki torsi besar, tetapi tidak memiliki tenaga besar. Mobil balap memerlukan tenaga besar agar bisa kencang. Sementara itu, truk perlu torsi besar agar dapat membawa beban berat dan menanjak,” ucap Jari detail.

Sehari-hari
Nah, dalam penggunaan sepeda motor sehari-hari di perkotaan, yang diperlukan sebenarnya torsi karena berguna untuk berakselerasi stop and go dalam kepadatan lalu lintas, plus membawa boncengan, dan kemampuan menanjak.

Jika memiliki tenaga besar di putaran tinggi tetapi torsi kecil di putaran rendah, maka hasilnya adalah sepeda motor hanya enak di jalan lurus dan kosong. Kalau sudah begini, kena macet plus berboncengan justru menyiksa. Mesin sepeda motor yang efisien adalah mesin yang mampu mengeluarkan torsi besar sejak putaran mesin masih rendah.

Lalu, bagaimana cara menaikkan torsi pada putaran mesin rendah?

Perlu diperhatikan selanjutnya adalah meningkatkan torsi di putaran rendah (low end torque), yang akan membuat mesin lebih efisien dan irit bahan bakar.

Memang, cara termudah meningkatkan torsi adalah memperbesar kapasitas mesin. Misalnya bore up atau stroke up. Tapi ingat, modifikasi ini akan memberi efek samping yang hebat, yakni konsumsi bbm makin boros, mesin semakin panas karena sistem pendinginan mesin dirancang untuk kapasitas kecil dan tidak ditingkatkan, lalu daya tahan mesin berkurang karena bahan yang tidak memenuhi kualitas standar pabrikan.

”Pengertian efisiensi adalah penggunaan bbm menghasilkan torsi sebesar mungkin dengan pembakaran optimal hingga bensin tidak bersisa, bukan dengan cara menambah pasokan bbm. Karena targetnya torsi di putaran rendah, maka efisiensi yang dituju juga di putaran rendah. Ini tidak mudah,” jelas Jari Hermanyanto, Mechanic in Chief DMS motor di Jati Asih, Bekasi Selatanyang bisa dihubungi di +628999732246.

Berikut beberapa caranya:
1.  Memajukan waktu pengapian
. Saat ini tersedia banyak produk aftermarket (CDI racing) yang membuat waktu pengapian lebih maju dari standar. Namun pengapian lebih maju berarti membutuhkan BBM beroktan lebih tinggi. Pengapian maju juga akan mengurangi daya tahan mesin akibat terjadinya gejala ngelitik (knocking) jika pakai BBM beroktan rendah.

2. Meningkatkan kompresi mesin. Kompresi lebih tinggi akan membuat pembakaran lebih efisien, namun juga menuntut BBM oktan tinggi. Kondisi ini membuat suhu mesin lebih panas, diperlukan sistem pendinginan lebih besar. Jika oktan tidak mendukung, gejala ngelitik juga akan terjadi sama halnya dengan waktu pengapian yang terlalu maju.

”Selama tidak menyebabkan ngelitik atau dipadukan dengan cara lain untuk mencegah ngelitik, peningkatan kompresi dihalalkan. Tentu dengan mempertimbangkan peningkatan panas mesin,” pesan Jari.

3. Memperbesar api pada busi. Api lebih besar meningkatkan daya bakar bbm. Terbukti, sepeda motor dengan dua busi per silinder lebih irit. Meski sudah menggunakan dua busi, kekuatan api pada setiap busi masih bisa ditingkatkan.

4. Mengefektifkan aliran campuran udara dan bbm pada saluran masuk dan aliran gas pada saluran buang. Ini bisa dilakukan dengan menyempurnakan bentuk saluran masuk pada kepala silinder.

Dari semua cara di atas, yang paling aman adalah cara nomor 3 (Up grade Pengapian) dan 4 (Tune Up Plus). Sebab ketiga cara itulah yang secara teknis tidak akan mengurangi daya tahan mesin.

Comment Donk....!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s